Riri tak ingin pulang ke rumah. Nilai ulangan hariannya buruk dan ia tahu Mama tidak akan senang.
Nana punya kegiatan rutin untuk Lita. Seminggu sekali, Nana membacakan cerita untuk Lita.
Tari dan Argo senang sekali. AYah mengajak mereka ke kebun binatang. Kunjungan ini makin menarik. Ayah menantang Argo dan Tari untuk memecahkan sebuah teka-teki.
Gagas ingin bicara bahasa Sunda seperti penduduk Kampung Naga. Awalnya, dia merasa bisa. Namun, saat mencoba, kata-kata yang Gagas ucapkan tertukar terus.
Akhirnya, Nana bisa kembali ke rumah. Nana rindu sekali rumah, terutama dengan teman-temannya.
Alya dan Kak Livi suka membaca buku. Namun, hari itu Kak Livi mengeluhkan matanya. Matanya terasa perih dan pandangannya menjadi buram.
Ulan, si mobil ambulans, melaju dengan kencang. Ia harus segera mengantar pasien ke rumah sakit.
Apakah kalian punya kolam di rumah? Bagaimana jika kalian memelihara ikan di kolam, jumlah ikannya makin hari makin berkurang?
Di hutan ada warga baru. Dia berbulu, berkumis, bergelantungan. Namun, dia nbukan beruang. Bukan kucing. juga bukan monyet. Siapa dia?
Ciko, Cimi, dan teman-temannya sedang bermain layang-layang. Tiba-tiba, angin menerpa sehingga layang-layangnya lepas dan jatuh ke pohon.