Ini pengalaman pertama Ale menyaksikan pesta rakyat di Pariaman, Sumatera Barat. Pesta rakyat itu begitu meriah dan banyak orang yang datang.
Sejak Kakek meninggal, tidak ada lagi yang menemani Nino bermain di rumah. Dengan menggunakan tongkat Kakek, Nino mencoba menciptakan kerseruan bermain di rumah.
Uli ingin menggambar, kakaknya ikut. Uli ingin makan, kakaknya juga ikut.
Pada malam bulan purnama, Alma sedih. Ayah harus pergi dinas.
Tari menghadiri sebuah festival yang megah dan meriah. Tak disangka festival itu adalah bagian dari kerja sama negara-negar ASEAN. Tari banyak belajar hal baru dari festival itu, termasuk kenyataan bahwa tarian bisa membuka persahabatan. Mengapa begitu? Mari kita ikuti kisah Tari dalam buku ini.
Beru bertubuh besar dan menakutkan. Ia suka merampas makanan hewan-hewan lain. Namun, sudah cukup! Semua hewan sudah tidak tahan lagi. Beru haruslah dihentikan.
Nila mengira semua jual beli seperti di Pasar Wulandoni. Barang bisa dibarter dengan barang. Nila mengumpulkan barang-barang selama sepekan. Dia ingin menukarnya dengan tas impian yang di jual di sebuah toko. Apakah Nila berhasil menukar barang-barangnya dengan tas yang dia inginkan?
Kembara terbang dari Jakarta ke Labuan Bajo untuk mencari biji kopi juria, biji kopi langka yang hanya bisa ditanam di pedalaman Manggarai. Dalam setiap seruputnya akan terasa kopi, karamel, dan aroma tembakau.
Bagaimana jika kkegiatan berkemah dan percobaan sains dijadikan satu? Ida yang berasal dari Madura harus berbagi kamar dengan Irin yang berasal dari Papua, Nia yang berasal dari Sumatera Barat, dan Maryam yang berasal dari Jakarta selama mengikuti kemah sains. mereka berempat berteman baik sekaligus berselisih paham. Seperti wujud warna dalam sains, persahabatan mereka juga memiliki warna-warni…
Sunu, seorang murid TK Bunga Matahari yang terkenal cerewet, tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Sahabat-sahabatnya, Esa dan Kiki pun mencoba berbagai cara agar ia mau bicara. Namun tetap tidak mau! Sunu, mengapa diam saja?