Kekasihku, cinta adalah bara api yang melalap hati manusia. Aku teringat sewaktu awal kali berjumpa denganmu, lalu kau kukenal selama bertahun-tahun. Dan aku tetap teringat kendati perpisahan akan tiba, lantaran perpisahan tak akan sanggup memisahkan
Jika kamu menenun kain dengna benang yang diambil dari helai hatimu, maka seolah-olah orang yang kamu cintai yang akan memakainya
Kami menangis tersedu-sedu, sebab kami mendengar si miskin yang mengerang dan kaum tertindas yang merintih. Akan tetapi kalian tertawa sebab mendengar suara denting gelas anggur dan celotehan gadis-gadis.
Jika pengabdian masih bisa diukur dengan materi, maka kecillah pengabdian itu, tatapi jika engkau mengabdikan seluruh hidupmu, maka besarlah pengabdianmu.
Diriku adalah anak penderitaan, dan sengsara itu mega yang kaya raya, bisa menyirami umat manusia di jagad raya Dengan ilmu serta kebenaran. Kahlil GIbran