Kenalkan, ini Sabai Nan Aluih. Artinya, Sabai yang halus, halus budi pekertinya, halus tutur katanya, halus pula kecantikannya. Namun, ternyata tidak hanya kehalusan yang ada pada Sabai. Ada padanya kebulatan tekad, kepercayaan diri, dan keberanian menentang stereotip di lingkungannya.
Lodi senang sekali menyimpan uangnya. Dia selalu menyisihkan yang jajannya. Uang hasil mencabuti uban ibu dan memijat ayah juga disimpannya. Bahkan, Lodi bisa menyimpan uangnya di dalam bukunya yang sangat berharga.
Danu suka sekali berkunjung ke rumah Bude Darmi. Apalagi Bude Darmi sering menyajikan cemilan dan minuman lezat. Danu merasa senang dan nyaman. Namun, ketika Danu pulang, dia merasa sebaliknya. Di rumah, dia bingung dan sedih.
Hari ini Ado berangkat ke sekolah bersama ibu. Di perjalanan, Ado melihat ada tumpukan sampah yang berbau. Ado menceritakannya kepada ibu Guru dan teman-temannya. Ado dan teman-temannya sudah paham untuk mengurangi sampah plastik. Ibu Guru bangga.
Aku, Kakek, dan kerbau-kerbaunya punya kesamaan. Kami sama-sama memiliki nama dalam bahasa Bugis. Kerbau juga punya nama? Iya, kerbau-kerbau itu punya nama dan arti. Namaku Gatta Magaretta yang artinya 'si ikal yang tampan'. Lalu, apa arti nama Kakek dan kerbau-kerbaunya?
Wasih sedih ketika tahu bahwa Ragaga sakit keras. Wasi ikut merawat dan mencari makanan enak untuknya. Namun, Ragaga tidak suka buah beri seperti Wasi. Ia hanya ingin makan buah matoa kesukaannya Belum ada yang berhasil menemukannya. Wasi pun tak berhenti mencarinya. Apakah Wasi berhasil menemukan buah matoa untuk Ragaga?
Roli senang. Ia diajak Ayah dan Ibu ke Nunukan di Kalimantan Utara. Banyak saudara Roli di sana. Roli akan naik kapal, bahkan tiga kali naik pesawat. Namun, rencana Ayah tidak berjalan lancar saat pesawat ke Nunukan ternyata rusak. Apakah Roli bisa sampai ke rumah saudaranya?
Seorang penculik misterius mulai beraksi. Karena takut, para orang tua melarang anak-anak mereka bermain di luar rumah.
Mawar bertemu dengan Melati saat dia harus duduk di kursi roda akibat kecelakaan. Ketika Mawar bersemangat kembali ke sekolah, giliran Melati yang bersedih.
Wilhelm ingin membelikan hadiah Natal sebuah kemeja untuk bapak. Selama ini, dia tidak penah melihat bapak mengganti kemeja kumalnya.