Bolpoin yang kupinjam dari Naya tiba-tiba hilang! Tentu saja Naya marah besar, soalnya itu bolpoin kesayangannya. Aku sudah meminta maaf, tapi Naya tidak mau memaafkan.
Lodi senang sekali menyimpan uangnya. Dia selalu menyisihkan yang jajannya. Uang hasil mencabuti uban ibu dan memijat ayah juga disimpannya. Bahkan, Lodi bisa menyimpan uangnya di dalam bukunya yang sangat berharga.
Aku sangat suka membaca dan menulis. Dengan ditemani sebuah buku, aku akan mengurung diri di kamar seharian. Papa tidak menyukai kegemaranku tersebut.
Momo adalah siamang penakut. Ia tidak pernah mau berayun. Dulu, Momo pernah hampir terjatuh. Ia takut akan terulang lagi. Namun, seekor anak burung jatuh dari sarangnya. Momo sangat ingin menolongnya. Ya, ampun, bagaimana caranya? Haruskan ia memberanikan diri berayun lagi?
Cemong selalu iri melihat kucing-kucing yang mengenakan kerincing. Baginya, kerincing melambangkan rumah dan kasih sayang. Bisakah ia memiliki kerincing yang diimpikan? Ia hanyalah kucing liar tak bertuan. Suatu hari seseorang justru menangkapnya. Cemong bingung dan takut. Ia akan dibawa kemana?